Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara insulator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai insulator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut materi doping). Pada komputer lama, bentuk umum Random Access Memory untuk memori utama adalah sebuah piringan ferromagnetik berlubang dengan diameter 1/16 inci yang dikenal sebagai core. Piringan ini diikat grid kawat halus yang tergantung pada layar kecil di komputer dengan dimagnetisasi ke satu arah sebuah piringan untuk mempresentasikan bilangan satu, dan magnetisasi ke arah lainnya yang berarti nol. Memori core ini bekerja sangat cepat, hanya memerlukan waktu 1/1.000.000 detik untuk membaca sebuah bit yang tersimpan di dalam memori.
Kemudian, pada 1970 Fairchild menciptakan memori semikonduktor yang pertama. Keping memori ini berukuran hampir sama dengan sebuah core. Keping memori ini dapat menampung 256 bit memori. Memori ini tidak destruktif dan bekerja lebih cepat dibandingkan core.
Memori semikonduktor tersedia dalam rentang kecepatan yang luas. Waktu siklusnya berada pada rentang 100ns hingga kurang dari 10ns. Pada saat diperkenalkan pertama kali pada akhir tahun 1960-an, memori tersebut lebih mahal daripada memori inti magnetik. Karena perkembangan teknologi VLSI (Very Large Scale Integration) yang sangat cepat, biaya memori semikonduktor telah menurun secara drastis. Akibatnya, teknologi tersebut sekarang digunakan secara eksklusif dalam menerapkan memori. Dan sepertinya cocok dengan karakteristik memori yang diinginkan banyak orang, kecepatan akses yang cepat, berukuran kecil, dan mampu menyimpan data lebih banyak.
Jenis Memori Utama Semikonduktor
Ada dua jenis memori utama semikonduktor, RAM dan ROM. RAM dibungkus dalam paket berbentuk chip dan cara akses memorinya menggunakan cara random-access. Random yang dimaksud tidak berarti “acak”, tetapi merupakan konsep dimana kita dapat mengakses lokasi yang acak (any address, any time) dan waktu akses yang sama. Karena chip RAM dibuat dengan bahan semikonduktor, maka data dapat diakses dengan sangat cepat (tanpa latency mekanis). Latency adalah gabungan antara access time
dengan cycle time. Access time adalah interval waktu yang terjadi selama request data (penulisan data) sampai data dikirim (stored), sedangkan cycle time adalah selang waktu yang terjadi selama memori diakses sampai memori tersebut dapat diakses kembali dalam kata lain waktu antara request data.
Satuan penyimpanan dasar yang digunakan dalam RAM semikonduktor adalah sel (satu bit per sel). RAM semikonduktor dibuat dalam bentuk paket chip. RAM semikonduktor ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu SRAM (Static RAM) dan DRAM (Dynamic RAM). SRAM (Static Random Access Memory) merupakan tipe memori
tercepat setelah memori register. RAM jenis ini digunakan pada cache memory—memori sementara yang berisi salinan sebagian memori utama. Pada saat CPU membaca sebuah word memory, maka dilakukan pemeriksaan untuk
mengetahui apakah word itu terdapat pada cache. Bila sudah ada, maka word akan dikirimkan ke CPU. Sedangkan bila tidak ada, blok memori utama yang terdiri dari sejumlah word yang tetap akan dibaca ke dalam cache dan kemudian akan dikirimkan ke CPU. Cache memory sekarang sudah ditempatkan/ditanamkan langsung di processor atau biasa disebut on chip cache. Dibandingkan dengan suatu cache yang dapat dijangkau melalui bus eksternal (cache memory di luar processor), on chip cache ini mampu mengurangi aktivitas bus eksternal processor sehingga mampu meningkatkan waktu eksekusi dan meningkatkan performa sistem secara keseluruhan. Jumlah memori cache dalam satu komputer umumnya adalah dua
buah, cache memory level 1 (L1 cache) dan cache memory level 2 (L2 cache). L1 cache memory mulai ditanamkan langsung di processor sejak dikembangkannya processor Intel 486 dan ditanam di dekat blok CU (Control Unit). Memori ini memiliki kapasitas paling kecil, tetapi memiliki kecepatan akses dalam hitungan nano detik. L2 cache sekarang juga sudah diintegrasikan di dalam processor. Kapasitas memorinya lebih besar dari L1, berkisar paling kecil 256KB dan processor Intel Core2Duo terbaru (kode Wolfdale, dibuat dengan mesin wafer 45nm) sudah menggunakan L2 cache berkapasitas 6MB. Biasanya, L2 cache yang besar digunakan pada komputer server.
Karakteristik memori jenis SRAM ini adalah 8—16 kali lebih cepat dari DRAM (Dynamic Random Access Memory), stabil (tidak perlu refresh tegangan, konten akan disimpan sampai tidak ada arus listrik), hemat daya listrik, menggunakan transistor untuk menyimpan bit informasi sehingga relatif kebal (insensitive) terhadap gangguan elektronis. Dengan karakteristik seperti tadi tentunya akan membuat harganya sangat mahal, mencapai seratus kali harga DRAM.
DRAM mempunyai karakteristik seperti SRAM, hanya lebih lambat dan memerlukan refresh tegangan dan kapasitas yang lebih besar dari SRAM. Karena perbedaan karakter itulah memori DRAM ini digunakan sebagai memori utama. DRAM ini tersusun atas sel-sel yang menyimpan data sebagai muatan listrik pada kapasitor. Memori jenis ini disebut dynamic karena hanya menampung data dalam periode relatif singkat dan memerlukan refresh berkala. Secara internal setiap sel yang menyimpan satu bit data mempunyai satu buah kondensator. Kondensator ini yang menjaga tegangan agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena itu, penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (refreshing) dan proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada memori jenis SRAM.
Beberapa jenis DRAM antara lain: EDRAM (Enhanched DRAM), CDRAM, RAMlink, FPM (Fast Page Memory), ECC (Error Correcting Code), EDO (Extended Data Output), SDRAM (Synchronous Dynamic RAM), RDRAM (Rambus Direct RAM), DDRRAM (Double Data Rate RAM).
EDRAM (Enhanched DRAM) merupakan model DRAM yang paling simpel dan memiliki SRAM cache yang terintegrasi di dalamnya. Dalam model EDRAM 4 bit, SRAM cache-nya akan menyimpan seluruh isi dari baris
terakhir yang dibaca, dimana terdiri dari 2048 bit, atau 512x4 bit potongan. Sebuah komparator menyimpan 11 bit nilai dari alamat baris yang sering diakses. Jika akses selanjutnya pada baris yang sama, maka hanya membutuhkan akses terhadap SRAM cache yang tepat.
CDRAM merupakan DRAM yang memiliki SRAM cache di dalamnya yang ukurannya lebih besar dari EDRAM. SRAM ini dapat digunakan dalam dua arah. Pertama, dapat digunakan sebagai cache memory yang sebenarnya (mengandung 64 bit lines). Kedua, SRAM-nya dapat digunakan sebagai buffer memory untuk akses serial dari blok data.
RAMlink merupakan inovasi radikal/ekstrim pada DRAM tradisional. RAMlink ini lebih memfokuskan pada interface memory dan processor daripada arsitektur internal dari chip DRAM.
FPM (Fast Page Mode) adalah RAM model lama untuk PC sebelum EDO (Extended Data Output) dikenalkan ke publik. Dengan menggunakan modul SIMM (Single Inline Memory Module) 2, 4, 8, 16, atau 32 MB. Khususnya, ditemukan dalam versi 60 ns atau 70 ns. 60 ns paling cepat dan yang pertama digunakan. Pengguna komputer tidak dapat mencampur modul memori dengan kecepatan berbeda dalam satu motherboard yang sama.
EDO(Extended Data Output) RAM adalah perbaikan FPM RAM. Data dibaca lebih cepat. Data keluaran yang valid dari EDO memerlukan waktu yang lama. Dengan perubahan dari FPM ke EDO, dapat diharapkan sebuah peningkatan hasil 25 %. EDO RAM biasanya tersedia dalam versi 60 ns. Versi 50 ns
tersedia dengan biaya yang lebih mahal.
RDRAM adalah memori yang lebih memfokuskan diri pada masalah bandwith. RDRAM memliki chip yang dipasang secara vertikal, semua chip berada pada satu sisi. Chip akan melakukan pertukaran data dengan processor melalui 28 jalur (kabel) yang tidak lebih panjang dari 12 cm. Bus-nya sendiri dapat menampung alamat hingga lebih dari 320 RDRAM chip dan dengan rata-rata kecepatan sekitar 500 MBps. Karena itulah RDRAM memiliki kecepatan yang jauh lebih besar daripada tipe DRAM yang lain. Karena itu juga RDRAM memiliki harga jual lebih tinggi dibanding SDRAM.
Berikutnya adalah SDRAM yang menggantikan posisi EDORAM. SDRAM ini adalah salah satu jenis DRAM yang operasinya disinkronisasikan langsung dengan sinyal clock. SDRAM muncul di pasaran dengan ukuran 64
bit (sepanjang 168 pin DIMMs). SDRAM hanya mengakses 6—12 ns Pada frekuensi kerja 66 MHz. Kemudian muncul pula pada frekuensi kerja 100 dan 133 MHz. Standar SDRAM melakukan operasi pada sisi sinyal clock tinggi. Tersedia perangkat memori serupa, yang mengakses sel array dengan cara yang sama, tetapi mentransfer data pada kedua sisi clock (saat kondisi tepi). Latency perangkat ini sama dengan standar SDRAM. Namun, karena mentransfer data pada kedua sisi clock, maka bandwidth perangkat tersebut pada dasarnya dua kali lipat untuk transfer burst panjang. Perangkat tersebut dikenal dengan nama double data rate SDRAM. DDR SDRAM (Double data rate SDRAM) adalah versi clock ganda SDRAM, yang mengganti SDRAM mulai 2001 hingga sekarang. Dan sampai sekarang tipe DDR SDRAM inilah
yang terus dikembangkan.
Tipe DDR untuk memori utama sudah mencapai pada DDR III dengan bus minimal 1200 MHz. Namun, DDR III masih fresh dan belum banyak tersedia di pasaran. Selain harganya juga masih mahal, RAM tipe ini juga membutuhkan motherboard dengan processor dengan FSB (Front Side Bus) tinggi (minimal 1333 MHz). Contoh motherboard yang sudah kompatibel dengan RAM DDR III adalah motherboard dengan chipset Intel X38, X48.
Sedangkan RAM untuk GPU atau yang biasa disebut GDDR/VRAM sudah mencapai tipe DDR V, tetapi tipe ini belum beredar di pasaran. Di pasaran baru sampai pada tipe DDR IV (AMD Radeon HD2600, HD2900, dan HD3870) saja.
Tipe memori utama semikonduktor yang ke-2 adalah ROM (Read Only Memory). ROM dapat menyimpan data secara permanen dan hanya bisa dibaca. Namun, dua masalah yang terdapat pada ROM adalah langkah penyisipan data memerlukan biaya tetap yang tinggi dan tidak boleh terjadi
kesalahan (error). ROM terdiri dari beberapa jenis lagi yaitu : (a)Programmable ROM (PROM), (b)Erasable PROM (EPROM), (c)Electrically EPROM (EEPROM), dan (d)Flash Memory.
1. Progammable ROM (PROM)
Bersifat nonvolatile dan hanya bisa ditulisi sekali saja. Proses penulisannya dibentuk secara elektris dan memori ini memerlukan
peralatan khusus untuk proses penulisan atau “pemrograman”. Prosesnya adalah PROM awalnya terhubung (status=on, 1). Programmer akan memutuskan hubungan tersebut (status=off, 0) dengan mengirimkan voltase tinggi pada baris dan kolom yang tepat. Proses ini disebut "burning".
2. Erasable PROM (EPROM)
Dapat dibaca secara optis dan ditulisi secara elektris. Sebelum operasi write, seluruh sel penyimpanan harus dihapus menggunakan radiasi sinar ultra-violet terhadap keping paket. Proses penghapusannya dapat dilakukan secara berulang, setiap penghapusan memerlukan waktu 20 menit. Untuk daya tampung data yang sama EPROM lebih mahal dari PROM.
3. Electrically EPROM (EEPROM)
Dapat ditulisi kapan saja tanpa menghapus isi sebelumnya. Operasi write memerlukan waktu lebih lama dibanding operasi read. Gabungan sifat kelebihan non-volatility dan fleksibilitas untuk update dengan menggunakan bus control, alamat dan saluran data. EEPROM lebih mahal dibanding EPROM.
4. Flash Memory
Sumber-sumber:
http://www.unhas.ac.id/rhiza/arsip/Arsitektur%20Komputer/arsitektur%20komputer/modul_11_-_memori.pdf [diakses pada 8 Mei 2008 jam 07:52:51 WIB]
http://www.cs.ui.ac.id/WebKuliah/IKI30210/Kuliah/K-Mem-Intro-Notes.pdf [diakses pada 8 Mei 2008 jam 09:08:19 WIB]
http://students.ee.itb.ac.id/xenon_mycross/study/arsiskom/tugas%20akhir.pdf [diakses pada 8 Mei 2008 jam 08:04:13 WIB]
http://p4tkipa.org/data/CNT.pdf [diakses pada 8 Mei 2008 jam 08:01:45 WIB]
http://118.98.160.245/download/materi/Arsitektur%20Komputer/TK304524ArKomp%20bab1.doc [diakses pada 8 Mei 2008 jam 07:59:43 WIB]
http://www.ajaib.us/dl/InternalMemory.doc [diakses pada 8 Mei 2008 jam 07:47:05]
http://www.id.wikipedia.org/wiki/semikonduktor [diakses pada 8 Mei 2008]
Rabu, 04 Juni 2008
Sabtu, 31 Mei 2008
WinFast iCAM100 M
Fitur Produk:


SoftPhone Download
Video yang halus, chatting lancar
Rasakan kehalusannya, dengan stream video digital mencapai 30 FPS (Frame Per Second) full motion dan gambar kualitas tinggi dengan konektor utama High Speed USB 2.0. WinFast iCAM100 M juga kompatibel dan bisa digunakan dengan koneksi USB 1.1.
Terpasang microphone dengan sensitivitas tinggi
WinFast iCAM100 M mengadopsi microphone bersensitivitas tinggi, menyediakan kualitas suara yang jernih, dan membawa anda menikmati pengalaman berbicara on-line dengan mudah (easy-to-talk on-line).
Terpasang enam LED untuk menerangi sekitar
Otomatis memproduksi gambar paling bagus, meskipun dalam keadaan kurang cahaya.
Perbanyak Instant Messaging-mu dengan video!
Mampu bekerja dengan Skype™, Windows Live™ Messenger, Yahoo!® Messenger, dan penyedia layanan instant messaging lainnya yang kompatibel.
Aplikasi iCAM:
1. Meng-capture video lucumu dan mem-post-nya ke YouTube
2. Mengambil foto potret dan membuat album 3D-mu
3. Instant Messenger.
Skype, MSN, Yahoo Messenger, QQ Online Communication belumlah nyaman digunakan tanpa sentuhan keluarga, teman-teman, dan rekan kerja anda dengan menambahkan rekaman video langsung dan suara pada aplikasi Instant Messaging popular tadi.
Isi Paket:
CD Instalasi WinFast iCAM100 M (termasuk di dalamnya 3D Album, dan konverter video iPOD dan PSP), petunjuk manual.
Sistem minimal yang Dibutuhkan:
- CPU: Pentium III 800 MHz atau yang terbaru
- Port USB 2.0 dengan power supply 500 mA
- Memori/RAM 128 MB
- Drive CD-ROM untuk instalasi driver
- Windows XP SP2/Windows Vista
Info dan kontak: Leadtek

SoftPhone Download
Video yang halus, chatting lancar
Rasakan kehalusannya, dengan stream video digital mencapai 30 FPS (Frame Per Second) full motion dan gambar kualitas tinggi dengan konektor utama High Speed USB 2.0. WinFast iCAM100 M juga kompatibel dan bisa digunakan dengan koneksi USB 1.1.
Terpasang microphone dengan sensitivitas tinggi
WinFast iCAM100 M mengadopsi microphone bersensitivitas tinggi, menyediakan kualitas suara yang jernih, dan membawa anda menikmati pengalaman berbicara on-line dengan mudah (easy-to-talk on-line).
Terpasang enam LED untuk menerangi sekitar
Otomatis memproduksi gambar paling bagus, meskipun dalam keadaan kurang cahaya.
Perbanyak Instant Messaging-mu dengan video!
Mampu bekerja dengan Skype™, Windows Live™ Messenger, Yahoo!® Messenger, dan penyedia layanan instant messaging lainnya yang kompatibel.
Aplikasi iCAM:
1. Meng-capture video lucumu dan mem-post-nya ke YouTube
2. Mengambil foto potret dan membuat album 3D-mu
3. Instant Messenger.
Skype, MSN, Yahoo Messenger, QQ Online Communication belumlah nyaman digunakan tanpa sentuhan keluarga, teman-teman, dan rekan kerja anda dengan menambahkan rekaman video langsung dan suara pada aplikasi Instant Messaging popular tadi.
Isi Paket:
CD Instalasi WinFast iCAM100 M (termasuk di dalamnya 3D Album, dan konverter video iPOD dan PSP), petunjuk manual.
Sistem minimal yang Dibutuhkan:
- CPU: Pentium III 800 MHz atau yang terbaru
- Port USB 2.0 dengan power supply 500 mA
- Memori/RAM 128 MB
- Drive CD-ROM untuk instalasi driver
- Windows XP SP2/Windows Vista
Info dan kontak: Leadtek
Selasa, 27 Mei 2008
Review Motherboard MSI K9A2 CF
Artikel berikut ini merupakan hasil penerjemahan singkat dari Bit-Tech dan dengan beberapa penyesuaian kata. Artikel aslinya (bahasa Inggris) dibuat oleh Richard Swinburn dan diterbitkan pada website tersebut pada 21 Desember 2007. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam penerjemahan dan penginterpretasian makna, karena saya juga tidak sempurna dalam bahasa Inggris.
Mencari motherboard dengan chipset yang cocok untuk processor AMD Phenom memang masih sulit. Chipset AMD 790FX merupakan salah satu chipset motherboard yang mendukung processor tersebut. Namun, MSI menawarkan solusi motherboard dengan chipset AMD 790X—versi murah dari AMD 790FX yang memang juga mendukung processor AMD Phenom tersebut dengan harga murah.

Tidak menjadi versi penuh dari AMD 790FX bukanlah hal yang buruk—kehilangan huruf F tidaklah terlalu berpengaruh. Chipset AMD 790X ini memang chipset paling murah untuk dukungan fitur PCI-Express 2.0 32 lane penuh. Berikut fitur-fitur yang terdapat di motherboard ini:
- Dukungan processor AMD Phenom/Athlon/Sempron pada soket AM2 atau AM2+
- Chipset northbridge AMD 790X
- Chipset southbridge AMD SB600
- Mendukung empat slot memori DDR2 800/667/533 MHz sampai 8 GB
- Realtek TRL80111B Gigabit Ethernet
- Realtek ALC888 High-Definition 7.1 codec audio
- Empat buah port SATA 3GBps, mendukung RAID 0, 1, 0+1
- Dua slot PCI-Express x16 Gen-2.0 (mendukung teknologi AMD Crossfire)
- Satu slot PCI-Express x1
- Dua slot PCI
- Isi boks: empat kabel SATA, metal rear I/O shield, dua power adapter Molex ke SATA, Satu kabel IDE, satu konektor crossfire internal, PCI bracket dengan dua port USB 2.0 dan D-LED array, buku manual MSI dan CD driver untuk Windows Vista dan XP.
Layout dan Power:
Motherboard ini terlihat kurang padat, tetapi rapi dalam pengerjaannya. MSI mengerjakannya dengan sangat bagus, semua pin-out dan soket power ditempatkan di pinggir, dan penggunaan kombinasi warna yang bagus. Posisi port SATA juga bagus, tidak mengganggu slot PCI-Express x16 dan slot IDE diletakkan miring 90 derajat untuk menjaga ruang perkabelan. Power yang digunakan hanya empat phase dan tidak ada phase tambahan untuk memori dan north bridge—meskipun soket power CPU hanya 4 pin.
Kami sangat kecewa dengan komposisi basisnya yang dapat menekan power sub-system jika menggunakan processor AMD Phenom quadcore dan kami menduga akan membatasi potensi untuk melakukan overclock pada motherboard ini. Namun, kami kemudian menyimpulkan bahwa dugaan kami tidaklah semuanya benar.
Gambar board:

Keterangan:
1. Dua slot PCI
2. Realtek ALC888 High-Definition Audio codec
3. Satu slot PCI-Express x1
4. Dua PCI-Express x16 (keduanya x16 secara elektris)
5. Realtek RTL80111B PCI-Express Gigabit Ethernet
6. Soket power CPU 12V 4 pin
7. Soket ATX 24 pin
8. Soket IDE
9. Empat port SATA 3 GBps
10. Pin out panel depan
11. Pin out USB 2.0 (enam port)
12. Soket floppy
Test Setup dan Metode Pengetesan:
Dengan pengecualian pada SiSoft Sandra, semua benchmark yang kami lakukan telah diatur untuk memberi Anda beberapa gambaran yang ingin Anda temukan sebagai sesuatu yang sangat berguna ketika menggunakan produk yang sudah kami evaluasi di dunia sebenarnya.
Kami juga memfokuskan diri untuk mengevaluasi kestabilan motherboard (dan platform) dengan mengadakan tes penekanan untuk memperlihatkan potensi kelemahan yang mungkin dimiliki oleh produk dengan menggunakan 3DMArk06 dan meningkatkan penekanan dengan Prime95 tortue pada semua core.
Motherboard:
- MSI K9A2 CF – BIOS 1.1
- Gigabyte MA790FX-DQ6 – BIOS F2L
- Asus M2N32-SLI Deluxe – BIOS 1101
Komponen Utama:
- AMD Athlon 64 X2 6000+
- Memori 2 GB DDR2 800 MHz pada 3-3-3-9-1T timing, ketika dimungkinkan
- Nvidia GeForce 8800 GT
- Dua AMD Radeon HD3850 256 MB dalam mode Crossfire
- PSU Cooling Silencer 750 W dan PC Power
- Hard drive Seagate 250 GB SATA 7200.9
- Windows Vista Home Premium 32 bit
- Nvidia Forceware 169.09
- ATI Catalyst 7.11
Ketika artikel ini ditulis, BIOS terakhir untuk MSI K9A2CF adalah 1.1. Kami dengan mudah mengatur memori menjadi 3-3-3-9-1T pada 2,3 Volt dan telah menggunakannya sehari-hari dengan tidak ada masalah. Berikut kami sajikan hasil pengetesan kami (motherboard pembanding: Gigabyte GA790FX-DQ6 dan Asus M2N32-SLI Deluxe)
Performa memori:
Pada Everest Memory Performance Test, MSI K9A2 CF mampu menyaingi motherboard pembanding pada proses read. Skor yang diperoleh motherboard ini sekitar 9294,0. Sedangkan Gigabyte GA790FX-DQ6 dan Asus M2N32-SLI Deluxe masing-masing mendapat skor 8912,0 dan 8917,0. Pada proses write Gigabyte mampu mengungguli yang lain dengan skor beda tipis dengan MSI, 8616,0 untuk Gigabyte dan 8614,0 untuk MSI. Asus mendapat skor 8527,0.
Masih menggunakan Everest, kami juga menguji memoy latency. MSI kembali unggul dengan skor 42,7 disusul Gigabyte dengan skor 44,7 dan Asus mendapatkan skor 47,2. Pada tes memory latency ini, semakin rendah skor yang diperoleh semakin baik.
Selanjutnya dengan Sisoft Sandra kami menguji “unbeffered memory performance”. Kali ini Asus mengungguli lawan-lawannya dengan kecepatan tertinggi 7316,8 MB/s disusul MSI dengan kecepatan tertinggi 7284,2 MB/s dan Gigabyte dengan skor 6644,3 MB/s. dengan software yang sama kami melakukan uji random memory latency dengan ketentuan skor semakin rendah semakin baik. Kembali MSI mampu mengungguli lawan-lawannya dengan skor 61 (dalam satuan nano sekon) disusul Gigabyte (68,0 ns) dan Asus (84,0 ns).
Dengan konfigurasi 3-3-3-9-1T memberikan kami performa yang sangat mengagumkan dan memori mampu berjalan dengan tanpa masalah. Dari dua software yang kami gunakan di atas, terlihat bahwa MSI tidak hanya lebih cepat tetapi juga mempunyai latency lebih rendah juga.
Performa Drive:
Sebuah Western Digital Raptor 74GB kami gunakan untuk tes SATA dan sebuah Seagate 500GB eSATA kami gunakan untuk eSATA tes. Dengan software HD Tach 3.0.1.0 dan zona tes 8MB rata-rata kecepatan yang terekam untuk semua motherboard sama, 64,3MB/s.
Performa Audio:
Untuk tes audio kami menggunakan Audio Rightmark 6.0.5 dan sebuah plat emas 3,5 mm, kabel oxygen bebas stereo loop back, dan microphone. Hasil kami dapatkan dari DVD dengan sampel rate 16 bit/48 KHz dan high definition 24 bit/96 KHz.
Pada tes audio ini, kami mencari:
- Tingkat kebisingan: skor negatif tertinggi adalah yang terbaik. Biasanya terlihat dalam hubungan ke sinyal yang menyediakan rasio kebisingan. Semakin dekat dengan angka nol, semakin bising dan kejernihan suara semakin rendah.
- Respon frekuensi: dua nilai terdaftar seberapa dekat ke frekuensi tinggi-rendah yang dapat dijangkau codec. Jika mampu dilakukan dengan sempurna, software akan menunjukkan angka 0,0.
- Range Dinamis/Dynamic Range: perbedaaan antara suara ternyaring dan terrendah yang mampu dibuat oleh codec sebelum mendistorsikannya. Gap yang lebih lebar adalah yang terbaik.
- THD dan persentase IMD: semakin dekat dengan angka nol akan semakin baik. THD dan IMD paling baik jika berjalan bersama, contohnya jika anda mempunyai skor THD lebih banyak dan IMD yang lebih sedikit kemudian akan menjadikan suara akurat yang lebih dekat. Skor THD dan IMD yang tinggi menyebabkan suara yang dekat, tetapi tidak akurat, THD rendah dan IMD tinggi menyebabkan suara jauh yang tidak akurat dan terakhir, THD dan IMD rendaah menyebabkan suara jauh yang akurat.
- Stereo crosstalk: dimana kanal stereo “berbincang” dengan yang lain dan saling berinteraksi. Kondisi paling ideal adalah mereka terpisah sepenuhnya, tidak tercampur, tidak menggema pada kanal yang lain. Jadi, skor negatif tertinggi adalah lebih baik.

Realtek ALC888 adalah codec audio 7.1 kanal definisi tinggi biasa yang berada di antara ALC883 yang value dan ALC885 yang berkualitas premium dan ALC889a. Versi “T” sering digunakan pada board yang lebih mahal, karena versi ini menawarkan ekstra Skype dan Telephony dan versi “D” atau “DD” memiliki tambahan fitur DTS dan Dolby.
Dengan memasukkan ALC888 basic yang menampilkan performa sangat bagus—apakah ini karena menggunakan kapasitor solid state dalam konjungsi dengan chipset atau karena komponen yang mengandung sedikit EMI pada motherboard yang lebih sedikit, kami tidak dapat memberitahukannya dengan yakin. Bagaimanapun juga, kejernihan suara pada sampel DVD dan HD sangat bagus.
Kompresi dan enkripsi file:
Tes kompresi dan dekompresi file yang kami lakukan kami bagi menjadi dua untuk melindungi performa broad spectrum. Tes pertama yang kami lakukan adalah mengompres dan mengenkripsi file MPEG-2 dari tes encoding video dengan kualitas rasio kompresi tertinggi. Ke-2, kami mengompres dan mengenkrip satu folder berisi 400 foto yang kami gunakan pada tes Photoshop Elements dengan pengaturan kompresi yang sama.
Pada tes kompresi dan enkripsi file besar (menggunakan WinRAR 3.60, multithread, ukuran file 276 MB), Gigabyte mampu mengungguli MSI dan ASUS dengan waktu yang dibutuhkan masing-masing adalah 147,3 detik, 155,7 detik, dan 156,3 detik. Pada tes kompresi dan enkripsi file kecil (menggunakan WinRAR 3.60, multithread, 400 buah foto resolusi 2048x1536 piksel), lagi-lagi Gigabyte unggul jauh dari MSI dan Asus. Masing-masing membutuhkan waktu 148,7 detik, 204,7 detik, dan 207,7 detik.
Dari kedua tes di atas dapat disimpulkan meskipun 790X terlihat memiliki beberapa keunggulan dibanding Asus M2N32-SLI Deluxe, tetapi tidak seunggul 790FX yang 100 Poundsterling lebih mahal.
Dekompresi dan dekripsi file:
Dua arsip RAR yang dibuat selama tes kompresi dan enkripsi di atas kemudian didekompresi dan didekripsi. Berikut adalah hasilnya.
Pada tes dekompresi dan dekripsi file besar (WinRAR 3.60, multithread, ukuran file 276 MB), kali ini Gigabyte dengan skor 21,3 detik harus menyerah pada keunggulan MSI yang mencetak waktu 18 detik dan Asus dengan skor 18,7 detik. Namun, pada tes dekompresi dan dekripsi pada file kecil (WinRAR .60, multithread, 400 buah foto resolusi 2048x1536 piksel), Gigabyte mampu unggul jauh lagi dengan waktu dekompresi dan dekripsi yang dibutuhkan adalah 28 detik, disusul MSI dengan 39,7 detik, dan Asus dengan 41 detik.
Kesimpulan: meskipun MSI mempunyai performa yang bagus pada tes dekompresi file besar, tetapi kembali tidak mampu mengungguli Gigabyte dalam skenario manipulasi file kecil.
Encoding Xvid:
Kami mengetes performa encoding video menggunakan VirtualDub-MPEG versi 1.6.15 dan versi multithread dari codec Xvid,dan LAME MT MP3 encoder untuk encoding audio. Kami melakukan encoding dua-jalan pada rekaman TV berukuran 276 MB berdurasi 15 menit dengan target ukuran file sekitar 100 MB. Berikut hasil yang kami peroleh.
Kali ini seluruh motherboard untuk tes memiliki selisih waktu yang tidak terlalu signifikan. Tempat pertama diduduki oleh Asus dengan waktu encoding 918,3 detik, disusul MSI dengan 923 detik, dan Gigabyte dengan waktu 927,7 detik.
Dengan skor-skor tersebut, kami rasa performa ketiga motherboard ini dapat dikatakan seimbang.
Performa dalam memainkan game:
Pada game Enemy Territory: Quake Wars (pengaturan: 1600x1200, 0xAA, 0xAF, ultra high detail) MSI mampu mengungguli motherboard pembandingnya yang keduanya mempunyai selisih skor sedikit sekali. MSI mampu menampilkan dalam 72,8 FPS (Frame Per Second), disusul Asus dengan 71,7 FPS, dan Gigabyte dengan 71,5 FPS.
Untuk game Crysis (pengaturan: 1600x1200, 0xAA, 0xAF, High Details) yang sedang naik daun, MSI menyerah kepada dua pembandingnya dan harus puas duduk di posisi ke-3. Asus mampu memainkan dalam 26,5 FPS, Gigabyte dalam 25,3 FPS, dan MSI dalam 23 FPS.
Untuk game Company of Heroes (pengaturan: 1600x1200, 4xAA, 16xAF, high detail) Gigabyte dengan skor 37,4 FPS mengungguli MSI dengan skor 33,7 FPS dan Asus dengan skor 33,3 FPS.
Untuk selanjutnya kami juga melakukan tes untuk performa dalam memainkan game dalam mode multi GPU (Graphic Processing Unit). Namun, karena kartu grafis NVIDIA GeForce 8800 GT yang kami gunakan hanya sebuah, maka kami tidak bias melakukan tes SLI pada motherboard Asus M2N32-SLI Deluxe. Untuk MSI K9A2 CF dan Gigabyte GA790FX-DQ6 kami menggunakan dua buah kartu grafis yang sama dalam mode Crossfire, Radeon HD 3850.
Pada game Enemy Territory: Quake Wars (pengaturan: sama dengan mode single GPU) MSI kalah sedikit dari Gigabyte dengan masing-masing skor 46,7 FPS untuk MSI dan 48 FPS untuk Gigabyte. Sedangkan pada game Company of Heroes (pengaturan: sama dengan mode single GPU) MSI (skor: 24,6 FPS) juga harus mengakui keunggulan Gigabyte (skor: 28,4 FPS).
Overclocking:
Kami menurunkan AMD Athlon X2 BE-2350 yang merupakan salah satu dari beberapa jajaran penguasa overclock dari Athlon X2. Dengan harga 55 Pounds (sudah termasuk VAT), processor ini memilii harga yang bagus. Atau jika anda memiliki uang lebih, anda dapat menggunakan seri 5000+ yang efisien energi (65 nm) berharga hanya 70 Pounds (sudah termasuk VAT) dan 500 MHz lebih cepat pada kecepatan standarnya.
Dengan BE-2350, kami sukses melakukan overclock lebih tinggi dari yang kami lakukan sebelumnya pada Asus M2N32-SLI Deluxe. Kami sukses meng-overclock bus CPU menjadi 290 MHz yang stabil pada MSI K9A2 CF dengan kecepatan link Hyper Transport pada 1,45 GHz dan memori OCZ PC9200 DDR2 pada 1 GHz (2,1 Volt). Mengagumkan, clock CPU mencapai 3,05 GHz atau overclock hampir 1 GHz.
Kami ingin menaikkan lagi dan mencoba pada bus CPU 300 MHz, tetapi terjadi error selama Windows booting dan service menjadi berhenti bekerja. Ini menunjukkan bahwa kami mengalami beberapa fluktuasi voltase dari 1,376—1,384 Volt setelah kami melakukan overvolted pada processor dengan perlahan, tetapi ketika bekerja pada kecepatan di atas kembali menjadi sangat stabil.
Kesatabilan:
Kami menggunakan AMD Athlon 64 X2 6000+ untuk pertama kalinya dan menjalankan Prime95 dengan 3DMark06 selama beberapa jam. Dengan mudah mampu tetap hidup dengan tanpa masalah, kemudian kami menurunkan Phenom 9900 (2,6 GHz) untuk melihat apa yang akan terjadi. Board ini booting dengan baik dengan Phenom, meskipun membutuhkan clear CMOS. Bagaimanapun, apa yang tidak disukai MSI K9A2 CF adalah memori yang diset pada 1.066 MHz, sama juga dengan ketika kami menjalankan memori terlalu jauh dari spesifikasinya.
Dengan meninggalkan memori pada 800 MHz, kami menjalankan Prime95 dan 3DMark06 lagi untuk beberapa jam untuk menekannya lebih jauh dan melihat apakah power four phase-nya mampu menstabilkan empat inti processor tersebut. Setelah beberapa jam kami kembali lagi melihat sistemnya dan ternyata masih berjalan dengan sangat responsif. Dari semuanya, hasil yang sangat bagus untuk MSI.
Konsumsi Power:
Board MSI ini mengonsumsi power jauh lebih rendah dari dua board pembandingnya, disebabkan oleh kombinasi komponen yang lebih sedikit dan penggunaan chipset yang lebih dingin. Dengan ini, board MSI ini mampu menghemat 15—20 Watt dari Gigabyte pada kondisi idle dan full load dan lebih banyak lagi dibanding dengan board Asus yang menggunakan chipset Nvidia.
Harga dan Kesimpulan:
790X terlihat seperti penengah yang aneh—berfitur chipset 770X dengan harga paling cocok sekitar 50—60 Pounds, mengingat chipset 790FX Premium digunakan untuk semuanya dengan harga di atas 130 Pounds. Gigabyte adalah pabrik besar satu-satunya yang menggunakan chipset 790X pada GA-MA790X-DS4 dan berharga pada kisaran 80 Pounds atau 20 Pounds lebih mahal dari MSI K9A2 CF, tetapi memiliki fitur yang lebih banyak.
Meskipun hanya dua board yang tersedia, situasi ini tetap tergantung kepada pilihan konsumen—jika anda ingin port PCI-Express x1 lebih banyak, regulasi power yang lebih baik, dan I/O yang lebih lengkap Gigabyte adalah pilihan paling baik. Namun, jika anda lebih menginginkan fitur-fitur basis/standar tetapi memiliki kemampuan menjalankan CrossFire, MSI adalah pilihan terbaik. Pilihan ini sangat tergantung pada kepentingan anda dan berapa banyak uang yang telah anda siapkan untuk membelinya.
Kesimpulan Akhir:
MSI K9A2 CF menawarkan harga terbaik dengan dukungan fitur multi GPU, board PCI-Express 2.0 yang akan anda temukan di pasaran hari ini. Faktanya adalah board ini tidak tergantung pada chipset premium dalam jangkauan harganya yang berarti tidak secepat 790FX, tetapi tetap tangguh jika dibandingkan dengan board lain dan kemampuan overclock yang sangat bagus jika anda mempunyai CPU tandingan.
Untuk 60 Pounds, anda akan mendapatkan pengecualian kapabilitas dan motherboard yang sangat stabil yang juga memiliki BIOS yang solid. Pertimbangan bahwa Phenom juga diturunkan harganya dan Radeon HD 3850 dan Radeon Hd 3870 juga layak beli (harga yang cocok), board ini adalah tambahan yang sempurna untuk upgrade murah menuju era quad core dan DirectX 10.
Tambahan (28 Januari 2008): menyoroti beberapa kasus dimana MSI K9A2 CF tidak digaransikan untuk menggunakan CPU AMD 125W TDP—termasuk AMD Athlon 64 X2 6000+, 6400+, Phenom 9700, dan 9900—kami memutuskan untuk menghapus penghargaan kami untuk produk ini. Kecuali kalau anda ingin menggunakan CPU lain dan bukan untuk overclocking, kami tidak lagi merekomendasikan motherboard ini untuk siapapun.
Mencari motherboard dengan chipset yang cocok untuk processor AMD Phenom memang masih sulit. Chipset AMD 790FX merupakan salah satu chipset motherboard yang mendukung processor tersebut. Namun, MSI menawarkan solusi motherboard dengan chipset AMD 790X—versi murah dari AMD 790FX yang memang juga mendukung processor AMD Phenom tersebut dengan harga murah.

Tidak menjadi versi penuh dari AMD 790FX bukanlah hal yang buruk—kehilangan huruf F tidaklah terlalu berpengaruh. Chipset AMD 790X ini memang chipset paling murah untuk dukungan fitur PCI-Express 2.0 32 lane penuh. Berikut fitur-fitur yang terdapat di motherboard ini:
- Dukungan processor AMD Phenom/Athlon/Sempron pada soket AM2 atau AM2+
- Chipset northbridge AMD 790X
- Chipset southbridge AMD SB600
- Mendukung empat slot memori DDR2 800/667/533 MHz sampai 8 GB
- Realtek TRL80111B Gigabit Ethernet
- Realtek ALC888 High-Definition 7.1 codec audio
- Empat buah port SATA 3GBps, mendukung RAID 0, 1, 0+1
- Dua slot PCI-Express x16 Gen-2.0 (mendukung teknologi AMD Crossfire)
- Satu slot PCI-Express x1
- Dua slot PCI
- Isi boks: empat kabel SATA, metal rear I/O shield, dua power adapter Molex ke SATA, Satu kabel IDE, satu konektor crossfire internal, PCI bracket dengan dua port USB 2.0 dan D-LED array, buku manual MSI dan CD driver untuk Windows Vista dan XP.
Layout dan Power:
Motherboard ini terlihat kurang padat, tetapi rapi dalam pengerjaannya. MSI mengerjakannya dengan sangat bagus, semua pin-out dan soket power ditempatkan di pinggir, dan penggunaan kombinasi warna yang bagus. Posisi port SATA juga bagus, tidak mengganggu slot PCI-Express x16 dan slot IDE diletakkan miring 90 derajat untuk menjaga ruang perkabelan. Power yang digunakan hanya empat phase dan tidak ada phase tambahan untuk memori dan north bridge—meskipun soket power CPU hanya 4 pin.
Kami sangat kecewa dengan komposisi basisnya yang dapat menekan power sub-system jika menggunakan processor AMD Phenom quadcore dan kami menduga akan membatasi potensi untuk melakukan overclock pada motherboard ini. Namun, kami kemudian menyimpulkan bahwa dugaan kami tidaklah semuanya benar.
Gambar board:

Keterangan:
1. Dua slot PCI
2. Realtek ALC888 High-Definition Audio codec
3. Satu slot PCI-Express x1
4. Dua PCI-Express x16 (keduanya x16 secara elektris)
5. Realtek RTL80111B PCI-Express Gigabit Ethernet
6. Soket power CPU 12V 4 pin
7. Soket ATX 24 pin
8. Soket IDE
9. Empat port SATA 3 GBps
10. Pin out panel depan
11. Pin out USB 2.0 (enam port)
12. Soket floppy
Test Setup dan Metode Pengetesan:
Dengan pengecualian pada SiSoft Sandra, semua benchmark yang kami lakukan telah diatur untuk memberi Anda beberapa gambaran yang ingin Anda temukan sebagai sesuatu yang sangat berguna ketika menggunakan produk yang sudah kami evaluasi di dunia sebenarnya.
Kami juga memfokuskan diri untuk mengevaluasi kestabilan motherboard (dan platform) dengan mengadakan tes penekanan untuk memperlihatkan potensi kelemahan yang mungkin dimiliki oleh produk dengan menggunakan 3DMArk06 dan meningkatkan penekanan dengan Prime95 tortue pada semua core.
Motherboard:
- MSI K9A2 CF – BIOS 1.1
- Gigabyte MA790FX-DQ6 – BIOS F2L
- Asus M2N32-SLI Deluxe – BIOS 1101
Komponen Utama:
- AMD Athlon 64 X2 6000+
- Memori 2 GB DDR2 800 MHz pada 3-3-3-9-1T timing, ketika dimungkinkan
- Nvidia GeForce 8800 GT
- Dua AMD Radeon HD3850 256 MB dalam mode Crossfire
- PSU Cooling Silencer 750 W dan PC Power
- Hard drive Seagate 250 GB SATA 7200.9
- Windows Vista Home Premium 32 bit
- Nvidia Forceware 169.09
- ATI Catalyst 7.11
Ketika artikel ini ditulis, BIOS terakhir untuk MSI K9A2CF adalah 1.1. Kami dengan mudah mengatur memori menjadi 3-3-3-9-1T pada 2,3 Volt dan telah menggunakannya sehari-hari dengan tidak ada masalah. Berikut kami sajikan hasil pengetesan kami (motherboard pembanding: Gigabyte GA790FX-DQ6 dan Asus M2N32-SLI Deluxe)
Performa memori:
Pada Everest Memory Performance Test, MSI K9A2 CF mampu menyaingi motherboard pembanding pada proses read. Skor yang diperoleh motherboard ini sekitar 9294,0. Sedangkan Gigabyte GA790FX-DQ6 dan Asus M2N32-SLI Deluxe masing-masing mendapat skor 8912,0 dan 8917,0. Pada proses write Gigabyte mampu mengungguli yang lain dengan skor beda tipis dengan MSI, 8616,0 untuk Gigabyte dan 8614,0 untuk MSI. Asus mendapat skor 8527,0.
Masih menggunakan Everest, kami juga menguji memoy latency. MSI kembali unggul dengan skor 42,7 disusul Gigabyte dengan skor 44,7 dan Asus mendapatkan skor 47,2. Pada tes memory latency ini, semakin rendah skor yang diperoleh semakin baik.
Selanjutnya dengan Sisoft Sandra kami menguji “unbeffered memory performance”. Kali ini Asus mengungguli lawan-lawannya dengan kecepatan tertinggi 7316,8 MB/s disusul MSI dengan kecepatan tertinggi 7284,2 MB/s dan Gigabyte dengan skor 6644,3 MB/s. dengan software yang sama kami melakukan uji random memory latency dengan ketentuan skor semakin rendah semakin baik. Kembali MSI mampu mengungguli lawan-lawannya dengan skor 61 (dalam satuan nano sekon) disusul Gigabyte (68,0 ns) dan Asus (84,0 ns).
Dengan konfigurasi 3-3-3-9-1T memberikan kami performa yang sangat mengagumkan dan memori mampu berjalan dengan tanpa masalah. Dari dua software yang kami gunakan di atas, terlihat bahwa MSI tidak hanya lebih cepat tetapi juga mempunyai latency lebih rendah juga.
Performa Drive:
Sebuah Western Digital Raptor 74GB kami gunakan untuk tes SATA dan sebuah Seagate 500GB eSATA kami gunakan untuk eSATA tes. Dengan software HD Tach 3.0.1.0 dan zona tes 8MB rata-rata kecepatan yang terekam untuk semua motherboard sama, 64,3MB/s.
Performa Audio:
Untuk tes audio kami menggunakan Audio Rightmark 6.0.5 dan sebuah plat emas 3,5 mm, kabel oxygen bebas stereo loop back, dan microphone. Hasil kami dapatkan dari DVD dengan sampel rate 16 bit/48 KHz dan high definition 24 bit/96 KHz.
Pada tes audio ini, kami mencari:
- Tingkat kebisingan: skor negatif tertinggi adalah yang terbaik. Biasanya terlihat dalam hubungan ke sinyal yang menyediakan rasio kebisingan. Semakin dekat dengan angka nol, semakin bising dan kejernihan suara semakin rendah.
- Respon frekuensi: dua nilai terdaftar seberapa dekat ke frekuensi tinggi-rendah yang dapat dijangkau codec. Jika mampu dilakukan dengan sempurna, software akan menunjukkan angka 0,0.
- Range Dinamis/Dynamic Range: perbedaaan antara suara ternyaring dan terrendah yang mampu dibuat oleh codec sebelum mendistorsikannya. Gap yang lebih lebar adalah yang terbaik.
- THD dan persentase IMD: semakin dekat dengan angka nol akan semakin baik. THD dan IMD paling baik jika berjalan bersama, contohnya jika anda mempunyai skor THD lebih banyak dan IMD yang lebih sedikit kemudian akan menjadikan suara akurat yang lebih dekat. Skor THD dan IMD yang tinggi menyebabkan suara yang dekat, tetapi tidak akurat, THD rendah dan IMD tinggi menyebabkan suara jauh yang tidak akurat dan terakhir, THD dan IMD rendaah menyebabkan suara jauh yang akurat.
- Stereo crosstalk: dimana kanal stereo “berbincang” dengan yang lain dan saling berinteraksi. Kondisi paling ideal adalah mereka terpisah sepenuhnya, tidak tercampur, tidak menggema pada kanal yang lain. Jadi, skor negatif tertinggi adalah lebih baik.

Realtek ALC888 adalah codec audio 7.1 kanal definisi tinggi biasa yang berada di antara ALC883 yang value dan ALC885 yang berkualitas premium dan ALC889a. Versi “T” sering digunakan pada board yang lebih mahal, karena versi ini menawarkan ekstra Skype dan Telephony dan versi “D” atau “DD” memiliki tambahan fitur DTS dan Dolby.
Dengan memasukkan ALC888 basic yang menampilkan performa sangat bagus—apakah ini karena menggunakan kapasitor solid state dalam konjungsi dengan chipset atau karena komponen yang mengandung sedikit EMI pada motherboard yang lebih sedikit, kami tidak dapat memberitahukannya dengan yakin. Bagaimanapun juga, kejernihan suara pada sampel DVD dan HD sangat bagus.
Kompresi dan enkripsi file:
Tes kompresi dan dekompresi file yang kami lakukan kami bagi menjadi dua untuk melindungi performa broad spectrum. Tes pertama yang kami lakukan adalah mengompres dan mengenkripsi file MPEG-2 dari tes encoding video dengan kualitas rasio kompresi tertinggi. Ke-2, kami mengompres dan mengenkrip satu folder berisi 400 foto yang kami gunakan pada tes Photoshop Elements dengan pengaturan kompresi yang sama.
Pada tes kompresi dan enkripsi file besar (menggunakan WinRAR 3.60, multithread, ukuran file 276 MB), Gigabyte mampu mengungguli MSI dan ASUS dengan waktu yang dibutuhkan masing-masing adalah 147,3 detik, 155,7 detik, dan 156,3 detik. Pada tes kompresi dan enkripsi file kecil (menggunakan WinRAR 3.60, multithread, 400 buah foto resolusi 2048x1536 piksel), lagi-lagi Gigabyte unggul jauh dari MSI dan Asus. Masing-masing membutuhkan waktu 148,7 detik, 204,7 detik, dan 207,7 detik.
Dari kedua tes di atas dapat disimpulkan meskipun 790X terlihat memiliki beberapa keunggulan dibanding Asus M2N32-SLI Deluxe, tetapi tidak seunggul 790FX yang 100 Poundsterling lebih mahal.
Dekompresi dan dekripsi file:
Dua arsip RAR yang dibuat selama tes kompresi dan enkripsi di atas kemudian didekompresi dan didekripsi. Berikut adalah hasilnya.
Pada tes dekompresi dan dekripsi file besar (WinRAR 3.60, multithread, ukuran file 276 MB), kali ini Gigabyte dengan skor 21,3 detik harus menyerah pada keunggulan MSI yang mencetak waktu 18 detik dan Asus dengan skor 18,7 detik. Namun, pada tes dekompresi dan dekripsi pada file kecil (WinRAR .60, multithread, 400 buah foto resolusi 2048x1536 piksel), Gigabyte mampu unggul jauh lagi dengan waktu dekompresi dan dekripsi yang dibutuhkan adalah 28 detik, disusul MSI dengan 39,7 detik, dan Asus dengan 41 detik.
Kesimpulan: meskipun MSI mempunyai performa yang bagus pada tes dekompresi file besar, tetapi kembali tidak mampu mengungguli Gigabyte dalam skenario manipulasi file kecil.
Encoding Xvid:
Kami mengetes performa encoding video menggunakan VirtualDub-MPEG versi 1.6.15 dan versi multithread dari codec Xvid,dan LAME MT MP3 encoder untuk encoding audio. Kami melakukan encoding dua-jalan pada rekaman TV berukuran 276 MB berdurasi 15 menit dengan target ukuran file sekitar 100 MB. Berikut hasil yang kami peroleh.
Kali ini seluruh motherboard untuk tes memiliki selisih waktu yang tidak terlalu signifikan. Tempat pertama diduduki oleh Asus dengan waktu encoding 918,3 detik, disusul MSI dengan 923 detik, dan Gigabyte dengan waktu 927,7 detik.
Dengan skor-skor tersebut, kami rasa performa ketiga motherboard ini dapat dikatakan seimbang.
Performa dalam memainkan game:
Pada game Enemy Territory: Quake Wars (pengaturan: 1600x1200, 0xAA, 0xAF, ultra high detail) MSI mampu mengungguli motherboard pembandingnya yang keduanya mempunyai selisih skor sedikit sekali. MSI mampu menampilkan dalam 72,8 FPS (Frame Per Second), disusul Asus dengan 71,7 FPS, dan Gigabyte dengan 71,5 FPS.
Untuk game Crysis (pengaturan: 1600x1200, 0xAA, 0xAF, High Details) yang sedang naik daun, MSI menyerah kepada dua pembandingnya dan harus puas duduk di posisi ke-3. Asus mampu memainkan dalam 26,5 FPS, Gigabyte dalam 25,3 FPS, dan MSI dalam 23 FPS.
Untuk game Company of Heroes (pengaturan: 1600x1200, 4xAA, 16xAF, high detail) Gigabyte dengan skor 37,4 FPS mengungguli MSI dengan skor 33,7 FPS dan Asus dengan skor 33,3 FPS.
Untuk selanjutnya kami juga melakukan tes untuk performa dalam memainkan game dalam mode multi GPU (Graphic Processing Unit). Namun, karena kartu grafis NVIDIA GeForce 8800 GT yang kami gunakan hanya sebuah, maka kami tidak bias melakukan tes SLI pada motherboard Asus M2N32-SLI Deluxe. Untuk MSI K9A2 CF dan Gigabyte GA790FX-DQ6 kami menggunakan dua buah kartu grafis yang sama dalam mode Crossfire, Radeon HD 3850.
Pada game Enemy Territory: Quake Wars (pengaturan: sama dengan mode single GPU) MSI kalah sedikit dari Gigabyte dengan masing-masing skor 46,7 FPS untuk MSI dan 48 FPS untuk Gigabyte. Sedangkan pada game Company of Heroes (pengaturan: sama dengan mode single GPU) MSI (skor: 24,6 FPS) juga harus mengakui keunggulan Gigabyte (skor: 28,4 FPS).
Overclocking:
Kami menurunkan AMD Athlon X2 BE-2350 yang merupakan salah satu dari beberapa jajaran penguasa overclock dari Athlon X2. Dengan harga 55 Pounds (sudah termasuk VAT), processor ini memilii harga yang bagus. Atau jika anda memiliki uang lebih, anda dapat menggunakan seri 5000+ yang efisien energi (65 nm) berharga hanya 70 Pounds (sudah termasuk VAT) dan 500 MHz lebih cepat pada kecepatan standarnya.
Dengan BE-2350, kami sukses melakukan overclock lebih tinggi dari yang kami lakukan sebelumnya pada Asus M2N32-SLI Deluxe. Kami sukses meng-overclock bus CPU menjadi 290 MHz yang stabil pada MSI K9A2 CF dengan kecepatan link Hyper Transport pada 1,45 GHz dan memori OCZ PC9200 DDR2 pada 1 GHz (2,1 Volt). Mengagumkan, clock CPU mencapai 3,05 GHz atau overclock hampir 1 GHz.
Kami ingin menaikkan lagi dan mencoba pada bus CPU 300 MHz, tetapi terjadi error selama Windows booting dan service menjadi berhenti bekerja. Ini menunjukkan bahwa kami mengalami beberapa fluktuasi voltase dari 1,376—1,384 Volt setelah kami melakukan overvolted pada processor dengan perlahan, tetapi ketika bekerja pada kecepatan di atas kembali menjadi sangat stabil.
Kesatabilan:
Kami menggunakan AMD Athlon 64 X2 6000+ untuk pertama kalinya dan menjalankan Prime95 dengan 3DMark06 selama beberapa jam. Dengan mudah mampu tetap hidup dengan tanpa masalah, kemudian kami menurunkan Phenom 9900 (2,6 GHz) untuk melihat apa yang akan terjadi. Board ini booting dengan baik dengan Phenom, meskipun membutuhkan clear CMOS. Bagaimanapun, apa yang tidak disukai MSI K9A2 CF adalah memori yang diset pada 1.066 MHz, sama juga dengan ketika kami menjalankan memori terlalu jauh dari spesifikasinya.
Dengan meninggalkan memori pada 800 MHz, kami menjalankan Prime95 dan 3DMark06 lagi untuk beberapa jam untuk menekannya lebih jauh dan melihat apakah power four phase-nya mampu menstabilkan empat inti processor tersebut. Setelah beberapa jam kami kembali lagi melihat sistemnya dan ternyata masih berjalan dengan sangat responsif. Dari semuanya, hasil yang sangat bagus untuk MSI.
Konsumsi Power:
Board MSI ini mengonsumsi power jauh lebih rendah dari dua board pembandingnya, disebabkan oleh kombinasi komponen yang lebih sedikit dan penggunaan chipset yang lebih dingin. Dengan ini, board MSI ini mampu menghemat 15—20 Watt dari Gigabyte pada kondisi idle dan full load dan lebih banyak lagi dibanding dengan board Asus yang menggunakan chipset Nvidia.
Harga dan Kesimpulan:
790X terlihat seperti penengah yang aneh—berfitur chipset 770X dengan harga paling cocok sekitar 50—60 Pounds, mengingat chipset 790FX Premium digunakan untuk semuanya dengan harga di atas 130 Pounds. Gigabyte adalah pabrik besar satu-satunya yang menggunakan chipset 790X pada GA-MA790X-DS4 dan berharga pada kisaran 80 Pounds atau 20 Pounds lebih mahal dari MSI K9A2 CF, tetapi memiliki fitur yang lebih banyak.
Meskipun hanya dua board yang tersedia, situasi ini tetap tergantung kepada pilihan konsumen—jika anda ingin port PCI-Express x1 lebih banyak, regulasi power yang lebih baik, dan I/O yang lebih lengkap Gigabyte adalah pilihan paling baik. Namun, jika anda lebih menginginkan fitur-fitur basis/standar tetapi memiliki kemampuan menjalankan CrossFire, MSI adalah pilihan terbaik. Pilihan ini sangat tergantung pada kepentingan anda dan berapa banyak uang yang telah anda siapkan untuk membelinya.
Kesimpulan Akhir:
MSI K9A2 CF menawarkan harga terbaik dengan dukungan fitur multi GPU, board PCI-Express 2.0 yang akan anda temukan di pasaran hari ini. Faktanya adalah board ini tidak tergantung pada chipset premium dalam jangkauan harganya yang berarti tidak secepat 790FX, tetapi tetap tangguh jika dibandingkan dengan board lain dan kemampuan overclock yang sangat bagus jika anda mempunyai CPU tandingan.
Untuk 60 Pounds, anda akan mendapatkan pengecualian kapabilitas dan motherboard yang sangat stabil yang juga memiliki BIOS yang solid. Pertimbangan bahwa Phenom juga diturunkan harganya dan Radeon HD 3850 dan Radeon Hd 3870 juga layak beli (harga yang cocok), board ini adalah tambahan yang sempurna untuk upgrade murah menuju era quad core dan DirectX 10.
Tambahan (28 Januari 2008): menyoroti beberapa kasus dimana MSI K9A2 CF tidak digaransikan untuk menggunakan CPU AMD 125W TDP—termasuk AMD Athlon 64 X2 6000+, 6400+, Phenom 9700, dan 9900—kami memutuskan untuk menghapus penghargaan kami untuk produk ini. Kecuali kalau anda ingin menggunakan CPU lain dan bukan untuk overclocking, kami tidak lagi merekomendasikan motherboard ini untuk siapapun.
Label:
Motherboard AMD,
review
Kamis, 24 April 2008
LCD Acer P223W
Review berikut ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Fahmi Auliya Tsani dari situs Hardware Tech Review


Seperti layar LCD lain yang berukuran 22 inci, Acer P223W mempunyai resolusi native 1680 x 1050 piksel. Level kecerahannya mencapai 300 nits dengan rasio kontras 2500:1 dan waktu respon 5 ms. Konektivitasnya terbatas pada VGA dan DVI port saja.
Acer P223W terlihat paling manis dari semua LCD, meskipun layarnya sangat reflektif. Penyangganya didesain berbentuk V, tidak seperti yang lain. Namun, kami tidak menemukan permasalahan dalam kestabilannya. Menu OSD mudah diakses dengan opsi yang beberapa orang relatif khawatir menggunakannya. Kami dapat melihat sedikit pengorbanan pada bagian atas tidak sebaik bagian bawah, meskipun yang terakhir tidak seperti nyata. Penyajian gambar menakjubkan ketika digunakan untuk menonton film dan bermain game. Warnanya terlihat sangat kaya dan warna gelap keluar dengan baik. Pun dengan warna hitam terlihat benar-benar hitam. Bagaimanapun juga, setelah mencoba setting yang berbeda-beda, kami tidak terlalu banyak melihat beberapa perubahan melebihi mode standar.
Bagusnya, Acer seri ini termasuk diantara beberapa produk berkualitas sangat bagus. Dengan desain manis dan simpelnya, Acer P223W seharusnya menjadi salah satu daftar “yang harus dilihat”. Satu-satunya keluhan kami adalah layarnya sangat reflektif.
Berikut spesifikasinya:
Ukuran layar : 22″
Resolusi : 1680 x 1050
Rasio Kontras (N:1) : 2500
Waktu respon : 5ms
Koneksi : DVI, D-Sub


Seperti layar LCD lain yang berukuran 22 inci, Acer P223W mempunyai resolusi native 1680 x 1050 piksel. Level kecerahannya mencapai 300 nits dengan rasio kontras 2500:1 dan waktu respon 5 ms. Konektivitasnya terbatas pada VGA dan DVI port saja.
Acer P223W terlihat paling manis dari semua LCD, meskipun layarnya sangat reflektif. Penyangganya didesain berbentuk V, tidak seperti yang lain. Namun, kami tidak menemukan permasalahan dalam kestabilannya. Menu OSD mudah diakses dengan opsi yang beberapa orang relatif khawatir menggunakannya. Kami dapat melihat sedikit pengorbanan pada bagian atas tidak sebaik bagian bawah, meskipun yang terakhir tidak seperti nyata. Penyajian gambar menakjubkan ketika digunakan untuk menonton film dan bermain game. Warnanya terlihat sangat kaya dan warna gelap keluar dengan baik. Pun dengan warna hitam terlihat benar-benar hitam. Bagaimanapun juga, setelah mencoba setting yang berbeda-beda, kami tidak terlalu banyak melihat beberapa perubahan melebihi mode standar.
Bagusnya, Acer seri ini termasuk diantara beberapa produk berkualitas sangat bagus. Dengan desain manis dan simpelnya, Acer P223W seharusnya menjadi salah satu daftar “yang harus dilihat”. Satu-satunya keluhan kami adalah layarnya sangat reflektif.
Berikut spesifikasinya:
Ukuran layar : 22″
Resolusi : 1680 x 1050
Rasio Kontras (N:1) : 2500
Waktu respon : 5ms
Koneksi : DVI, D-Sub
Langgan:
Entri (Atom)





















